KPK Panggil Dua Notaris Jadi Saksi Kasus e-KTP

KPK memanggil dua notaris sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi proyek e-KTP pada hari ini. Dua notaris tersebut yakni Amelia Kasih dan Hilda Yulistiawati.

“Keduanya dipanggil untuk tersangka ASS (Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo) sebagai saksi,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (23/10/2017).

KPK menetapkan Anang Sugiana Sudihardjo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. Anang berperan dalam penyerahan uang terkait kasus tersebut.

“ASS (Anang Sugiana Sudihardjo) diduga berperan dalam penyerahan uang kepada SN (Setya Novanto) dan sejumlah anggota DPR RI melalui AA (Andi Agustinus) terkait proyek e-KTP,” ungkap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (27/9).

Anang diduga bekerja sama dengan tersangka Setya Novanto, juga terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, serta Irman dan Sugiharto dalam perkara korupsi yang merugikan negara setidaknya Rp 2,3 triliun ini.

PT Quadra Solution juga merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam Konsorsium PNRI sebagai pelaksana proyek e-KTP. Konsorsium penggarap e-KTP ini terdiri atas Perum PNRI, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, PT Sucofindo, dan PT Sandipala Artha Putra.

Anang disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-3695441/kpk-panggil-dua-notaris-jadi-saksi-kasus-e-ktp?_ga=2.219979481.1154608539.1508815944-1243364467.1508815944

Medco Resmi Miliki 77,68 Persen Saham Saratoga Power

PT Medco Energi Internasional Tbk, resmi memiliki 77,68 persen, atau 784.840 lembar saham PT Saratoga Power. Saham tersebut dibeli senilai US$129,214 juta.

Dikutip dari keterbukaan informasi emiten Bursa Efek Indonesia, Jumat 6 Oktober 2017, pengambilalihan saham itu dilakukan pada 3 Oktober lalu. Surat pembelian telah disepakati PT Saratoga Sentra Business dan S Asia III Luxembourg selaku penjual dan dihadapan notaris Jose Dima Satria.

“Terhitung sejak tanggal penandatangan akta pengambilan saham tersebut, perseroan telah efektif memiliki PT Saratoga Power dengan kepemilikan saham 77,68 persen,” tulis Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk, Hilmi Panigoro.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, transaksi ini buka merupakan transaksi material sebagaimana yang diatur di dalam  peraturan BAPEPAM-LK No IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. Tapi, murni pembelian saham.

“Transaksi ini diharapkan memberikan dampak positif bagi kelangsungan usaha dan operasional perusahaan,” tambahnya.

Sumber: http://www.viva.co.id/berita/bisnis/964006-medco-resmi-miliki-77-68-persen-saham-saratoga-power

Halo Lawyer, Cara Gampang Konsultasi Hukum

Semua orang pastinya tidak akan mau berurusan dengan hukum. Jika sudah telanjur, masalah hukum harus dihadapi dengan cermat. Inilah pentingnya konsultasi hukum dengan pengacara yang profesional, terpercaya, dan berintegritas. Untuk mempermudah konsultasi hukum, Renggali Visi Berjaya (RVB) merilis aplikasi android Halo Lawyer.

Halo Lawyer akan mempermudah akses masyarakat terhadap jasa konsultansi hukum yang cepat, tepat, sederhana, berkualitas dan berbiaya murah. CEO Halo Lawyer, Sabela Gayo mengatakan, ini adalah metode kanal konsultansi hukum berbayar pertama di Indonesia dengan menggunakan aplikasi android.

Masyarakat perkotaan (urban society) tidak punya banyak waktu untuk berkonsultasi hukum secara tatap muka dengan Advokat/Pengacara karena padatnya jadwal rapat dan agenda pekerjaan lain yang harus diselesaikan. Biaya konsultansi hukum dengan Advokat/Pengacara juga tidak memiliki standar yang jelas. Alasan-alasan ini yang seringkali membatalkan niat masyarakat untuk melakukan konsultansi hukum dengan Advokat/Pengacara.

Aplikasi Halo Lawyer menyediakan kanal Konsultansi Hukum dengan Advokat/Pengacara yang profesional, terpercaya dan berintegritas dengan standar biaya konsultansi hukum yang pasti (fix). Harapannya, aplikasi ini maka dapat mempermudah akses masyarakat dalam melakukan konsultansi hukum terkait dengan berbagai permasalahan hukum yang sedang dihadapi.

Renggali Visi Berjaya menjamin para Lawyer yang terdaftar di Halo Lawyer adalah Lawyer yang profesional, terpercaya, dan berintegritas yang sebelumnya sudah diseleksi secara ketat. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir jika ingin berkonsultansi hukum menggunakan aplikasi ini. Bahkan, masyarakat dapat melakukan konsultansi hukum dengan Lawyer yang dipilihnya sesuai dengan permasalahan hukum yang dihadapi.

Di dalam aplikasi Halo Lawyer, masing-masing Lawyer akan ditempatkan pada kolom layanan konsultansi hukum sesuai dengan spesialisasinya masing-masing. Sehingga, pengguna jasa dapat memilih Lawyer yang tepat sesuai dengan permasalahan hukum yang sedang dihadapi. Sabela juga mendorong Buruh Migran Indonesia untuk menggunakan aplikasi ini untuk berkonsultansi hukum tentang permasalahan hukum yang sedang dihadapi di negara penempatan.

Kepala Desa di seluruh Indonesia yang sedang melaksanakan Dana Desa juga bisa menggunakan aplikasi ini untuk berkonsultansi hukum mengenai berbagai permasalahan hukum tentang pengadaan barang/jasa. Saat ini, ada sekitar 200 Lawyer yang sudah bergabung di Halo Lawyer dan jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap jasa konsultansi hukum yang cepat, tepat, sederhana, berkualitas dan berbiaya murah.

sumber.

http://swa.co.id/swa/trends/marketing/halo-lawyer-cara-gampang-konsultasi-hukum

Menghakimi Tanpa Menghukum

Paulus Bambang WS

Namanya sederhana, seperti kebanyakan orang biasa, Edi. Namun, pribadinya tidak biasa, kalau tidak mau dibilang luar biasa. Ia pemimpin tertinggi sebuah perusahaan, yang memiliki hati terendah di antara banyak pemimpin yang saya kenal.

Suatu kali, Bung Edi, begitu saja kita memanggilnya, membeli perusahaan baru. Kata orang, di perusahaan ini banyak “maling”-nya, bahkan dalam skala kecil sudah terbentuk mafia TSM, terstruktur-sistematis-masif. Sebagai pemilik baru, Bung Edi punya pilihan, memberantas mereka dengan gaya preman atau dengan gaya orang tua. Yang satu, mencokok maling dan melibas mafia dengan pasukan khusus samber MaMa, Maling dan Mafia. Atau, memakai pendekatan kebapakan yang menangkap untuk memperbaiki, bukan menghukum.

Bung Edi memilih nomor dua dengan pendekatan nomor satu. Dengan sigap ia membentuk saber MaMa, menangkap basah, alias OTT (Operasi Tangkap Tangan) ala KPK, dengan foto dan CCTV untuk memergoki orang yang mencuri.

Satu per satu orang yang kena OTT dipanggil ke kantornya untuk dilakukan revolusi mental. Jarwo, begitu nama salah satu orang yang tertangkap tangan, mendapat penanganan khusus dari Bung Edi.

“Saya tahu Bapak sudah melakukan hal ini berulang-ulang, ini fotonya. Sekarang terserah Bapak, mau saya proses secara hukum atau berjanji tidak mengulangi,” kata Bung Edi dengan lembut tanpa ada tekanan.

“Saya minta maaf, Pak. Khilaf. Saya berjanji tidak mengulangi,” kata Jarwo lirih.

“Kalau begitu, saya naikkan gajimu dan pangkatmu dengan syarat Bapak menangkapi para maling dan didik mereka ke jalan yang benar,” lanjut Edi yang membuat Jarwo terkesima.

“Siap Pak,” kali ini Jarwo merasa seperti punya kesempatan kedua. Ia mendapat pengampunan, bukan penghukuman.

Sejak saat itu, Jarwo menjadi manusia baru dan membuat banyak rekannya juga menjadi baru, karyawan yang jujur, karena Bung Edi melakukan gebrakan yang merestorasi mental.

Selain Bung Edi, kali ini ada Edi yang lain. Sebut saja, Bang Edi. Yang satu ini, tanpa disangka, tertangkap basah ketika sedang merokok pagi hari nan dingin di Osaka di beranda hotel. Ia kira, merokok di beranda luar diperbolehkan.

Ada tiga polisi yang pagi itu sedang berjalan melintas dan memergoki Bang Edi sedang merokok dengan santai. Dengan sopan, polisi tersebut berbicara dalam bahasa Jepang yang kira-kira artinya: di sini tidak boleh merokok.

Bang Edi mengerti maksud mereka karena membaca ekspresi dan bahasa tubuh mereka. Salah satu polisi kemudian merogoh kantong bajunya dan mengambil asbak agar Bang Edi bisa mematikan dan membuang puntung di asbak itu. Dengan malu, Bang Edi melakukannya sambil minta maaf. Lalu, ketiga polisi itu membungkuk dalam-dalam sambil mengucap terima kasih lalu berlalu tanpa memberi tiket hukuman.

Kedua Edi membuat sebuah perubahan. Yang satu membuat organisasi menjadi baik karena menegur tanpa menghukum, yang lain menjadi orang baik –dia tidak akan pernah mengulanginya lagi– karena ditegur tanpa dihukum.

Ternyata, pendekatan penghukuman tidak selalu efektif mengubah perilaku seseorang. Ada banyakhal yang juga saya percayai, pendekatan pengampunan dan kebapakan sering justru mengubah secara permanen. Apalagi kalau dia tahu, ia mendapat karunia dengan tidak dihukum bahkan dipercayai.

Mengapa demikian? Ada tiga hal yang terjadi ketika pengampunan diberikan, bukan penghukuman.

Pertama, orang yang merasa salah besar lalu diampuni merasa berutang. Orang yang berutang, atau mendapat karunia, akan cenderung berubah untuk membayar kesalahannya. Ini berbeda ketika ia dihukum, ia tidak merasa berutang karena sudah membayar salahnya.

Kedua, orang yang diampuni, apalagi yang besar kesalahannya, akan sangat loyal kepada si pengampun karena merasa diuwongke. Ia akan berutang budi dan itu akan dibalas budi secara berlipat ganda. Salah satunya, perubahan perilaku.

Ketiga, orang yang sudah diampuni punya kecenderungan besar menjadi orang yang suka mengampuni juga. Kalau ia jadi pemimpin, tidak mudah menghakimi untuk menghukum tetapi untuk mengubah melalui pengampunan.

Saya yakin, inilah prinsip kepemimpinan yang perlu kita simak dan pelajari. Tidak sekadar prinsip penghakiman dan penghukuman. Tanpa pengampunan, banyak orang yang sakit hati dan menjadi antipati, apalagi yang simpati pada yang dianggap salah, terhadap pemimpin tersebut. Kalau ada pengampunan, justru siapa tahu akan terjadi sebaliknya.

Ketika saya diskusikan hal ini dengan kolega yang lain, ia bilang,Paulus, saya sudah melakukannya, tetapi yang saya ampuni malah jadi pemberontak dan mengkhianati saya. Saya lalu berujar, Selalu ada Yudas Iskariot –murid Yesus yang mengkhianati– di sekitar kita. Tetapi, jangan pernah pupus harapan. Masih banyak yang berubah di luar sana.

Tidak selalu perilaku baik kita mendapat balasan setimpal, tetapi percayalah, Dia yang ada di sana mencatat semua yang kita lakukan dan akan mengampuni karena kita telah mengampuni orang lain.

sumber.

http://swa.co.id/swa/my-article/menghakimi-tanpa-menghukum