Dua tahun ke depan, Indonesia akan memasuki tahun politik. Karena pada tahun 2018 akan berlangsung Pilkada serentak di sejumlah daerah, sementara pada tahun 2019 nanti Indonesia akan melangsungkan Pemilihan Presiden.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya tahun politik pada dua tahun mendatang. Karena menurutnya tahun politik bisa dijadikan ajang sebagai penciptaan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

“Untuk itu dan kondisi kita di tahun 2018-2019 ini adalah bagaimana situasi Pilkada itu bisa memberikan opportuniti bagi masyarakat bisa bekerja lebih banyak,” ujarnya saat ditemui di Kantor OJK, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

 

Wimboh mencontohkan, dengan adanya tahun politik masyarakat bisa membuat baju untuk partai atau calon-calon tertentu. Jika semakin banyak yang dipesan, maka sudah dipastikan jika pendapatan masyarakat akan bertambah.

“Misalnya nyetak-nyetak kaos lebih banyak, spending lebih banyak sehingga justru muter. Dan kita sudah bertahun-tahun mengalami Pilkada tidak ada masalah,” jelasnya.

 

Dengan begitu lanjut Wimboh, kondisi politik bisa menunjang peningkatan ekonomi dalam dua tahun mendatang. Dan itu juga bisa meningkatkan likuiditas dan permodalan perbankan yang setiap tahunya.

“Ini yang mendorong bahwa kita akan lebih baik di tahun 2018. Kondisi dalam negeri semuanya bagus. Likuiditas saat ini juga cukup kuat, permodalan perbankan kuat 23% cenderung meningkat terus setiap tahun,” jelasnya.

Sumber : https://economy.okezone.com/read/2017/11/10/20/1811986/masuki-tahun-politik-ojk-bisa-ciptakan-banyak-lapangan-kerja