Pengalaman pahit yang dialami ayahanda di masa lalu menjadi pemicu Rieke Caroline membesut www.buatkontrak.com. Melalui bisnisnya, dia menyediakan jasa pembuatan kontrak bisnis secara online (daring). Sasarannya adalah segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perusahaan startup (rintisan) yang bermodal pas-pasan. “Dulu perusahaan ayah saya gulung tikar karena kurang memahami kontrak bisnis yang dibuat dengan mitranya. Saya mau mengubah itu,” ujar lulusan Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan dan S-2 kenotariatan Universitas Indonesia itu.

Perempuan kelahiran Jakarta, 19 Mei 1988 itu pun mewujudkan mimpinya sejak 2015. Kebetulan, ketika dirinya berbincang dengan pengusaha muda tenar Billy Boen, lawan bicaranya itu menyambut baik idenya. Maka, pada Maret 2016 PT Teras Perjanjian Digital resmi berdiri menaungi Buatkontrak.com. Adapun layanan yang diberikan terdiri dari dua jenis, yakni pembuatan (drafting) dan peninjauan kontrak bisnis yang sudah ada.

Rieke Caroline

Rieke Caroline , Pendiri buatkontrak.com

Melalui bisnisnya, Rieke sejatinya mencoba memberikan akses jasa pengacara resmi kepada UMKM dan perusahaan startup. Namun bedanya dari firma pengacara adalah konsultasi di Buatkontrak dilakukan melalui daring. “Saya bisa katakan bahwa ini bisnis legaltech, jadi teknologi mendukung hukum. Investasi paling besar di sisi teknologi,” papar Rieke ketika ditemui Majalah SWA di kantornya, Jl. Kemang Selatan IX/1B.

Rieke menjelaskan, Buatkontrak menyediakan tak kurang dari 23 jenis kontrak bisnis. Di antaranya perjanjian kerja sama, perjanjian jasa, perjanjian kepemilikan hak cipta, perjanjian endorsement, surat kuasa, dan perjanjian jual beli. Cara mengakses layanannya cukup mudah. Setelah membuat akun di Buatkontrak.com, peminat dapat mengisi kolom kebutuhan kontrak yang diperlukan. Dari situ pengacara akan membuat rancangan kontrak yang dibutuhkan. Setelah melalui maksimum dua kali revisi, klien bisa mendapatkan kontrak bisnis yang diinginkan.

Rieke Caroline

Rieke Caroline

Karena misinya untuk membantu UMKM, maka harga yang ditetapkan pun sangat terjangkau, yakni Rp 1 juta per dokumen. Rieke mengungkapkan, biaya yang dipasangnya jauh lebih murah ketimbang menyewa jasa pengacara korporat di firma hukum yang bertarif US$ 170-250 per jam. “Dan itu baru biaya konsultasi saja di firma hukum, nanti ketika ingin membuat surat-suratnya dikenai tambahan biaya lagi oleh pengacara,” Rieke menerangkan tingginya biaya menggunakan jasa pengacara di firma hukum.

Meski memasang banderol harga yang jauh lebih terjangkau, Rieke menjamin kualitas para pengacara yang tergabung dalam Buatkontrak.com. Rieke pun membuat saringan yang ketat bagi para pengacara yang hendak bergabung di perusahaannya. Di antaranya, wajib memiliki pengalaman minimum tiga tahun, dan fasih dalam membuat ataupun meninjau dokumen kontrak. “Saya bisa pastikan, saat ini jumlah pengacara yang sudah bergabung ada puluhan. Mereka adalah pengacara ternama yang bekerja di firma hukum terkenal,” kata Rieke menggaransi.

Satu lagi yang ditekankan Rieke kepada para pengacara Buatkontrak.com, yakni mereka harus memiliki keinginan untuk membantu dan memajukan UMKM. Dengan begitu maka mereka tidak semata mengejar materi, melainkan memiliki misi yang lebih mulia, yakni mengentaskan para pengusaha kecil.

Rieke Caroline

Rieke Caroline

Menarik pengacara berkualitas sudah cukup menantang. Meski demikian, memasarkan jasa Buatkontrak pun ternyata tak kalah sulitnya. Meski Rieke kerap mengedukasi UMKM bahwa jasa hukum di Buatkontrak sudah murah dan mudah, layanannya kerap dipandang sebelah mata. Karena itu, pihaknya mencoba menggandeng berbagai organisasi bisnis, wirausaha dan inkubator bisnis. Di antaranya, Himpunan Gerakan Kewirausahaan Nasional Indonesia di bawah Kementerian Koperasi dan UMKM, Asosiasi Pengusaha Indonesia, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia, SMESCO, Indosat Ooredoo, Asosiasi Modal Ventura Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif, dlsb. “Kami sudah bermitra secara eksklusif, sehingga anggota UKM yang tergabung di bawah asosiasi tersebut dapat langsung menggunakan jasa layanan kami,” ucap Rieke.

Dengan strategi tersebut Rieke mengklaim Buatkontrak telah berhasil menjaring ratusan UMKM dan perusahaan rintisan, dari berbagai bidang seperti jasa, hiburan, ritel, distribusi, agribisnis, makanan dan minuman, periklanan, otomotif, dlsb. “Paling banyak digital commerce startup yaitu Blibli.com, mereka memiliki vendor UKM. Lalu dengan BTPN dan Bank Indonesia yang memiliki mentor pengusaha di daerah,” Rieke menjelaskan.

Rieke pun berencana mengembangkan bisnisnya lebih jauh lagi. Di antaranya dengan menjangkau Makassar dan menambah kru pengacara hingga berjumlah 200 orang sampai akhir tahun ini. “Kami juga ingin menyiapkan tim di setiap provinsi untuk bisa melakukan edukasi,” tuturnya.

Dennis Adhiswara, pendiri dan CEO Layaria Network, mengaku cukup puas menggunakan jasa Buatkontrak. Dia merasa Buatkontrak dapat menangkap kebutuhannya dengan cepat dan efisien. “Buatkontrak dapat menerjemahkan brief saya secara detail dan tepat waktu, sehingga saya dapat dengan cepat menghadapi klien-klien saya yang lain,” ujarnya.

sumber.

http://swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/upaya-rieke-caroline-jembatani-umkm-dengan-pengacara