Halo Lawyer, Cara Gampang Konsultasi Hukum

Semua orang pastinya tidak akan mau berurusan dengan hukum. Jika sudah telanjur, masalah hukum harus dihadapi dengan cermat. Inilah pentingnya konsultasi hukum dengan pengacara yang profesional, terpercaya, dan berintegritas. Untuk mempermudah konsultasi hukum, Renggali Visi Berjaya (RVB) merilis aplikasi android Halo Lawyer.

Halo Lawyer akan mempermudah akses masyarakat terhadap jasa konsultansi hukum yang cepat, tepat, sederhana, berkualitas dan berbiaya murah. CEO Halo Lawyer, Sabela Gayo mengatakan, ini adalah metode kanal konsultansi hukum berbayar pertama di Indonesia dengan menggunakan aplikasi android.

Masyarakat perkotaan (urban society) tidak punya banyak waktu untuk berkonsultasi hukum secara tatap muka dengan Advokat/Pengacara karena padatnya jadwal rapat dan agenda pekerjaan lain yang harus diselesaikan. Biaya konsultansi hukum dengan Advokat/Pengacara juga tidak memiliki standar yang jelas. Alasan-alasan ini yang seringkali membatalkan niat masyarakat untuk melakukan konsultansi hukum dengan Advokat/Pengacara.

Aplikasi Halo Lawyer menyediakan kanal Konsultansi Hukum dengan Advokat/Pengacara yang profesional, terpercaya dan berintegritas dengan standar biaya konsultansi hukum yang pasti (fix). Harapannya, aplikasi ini maka dapat mempermudah akses masyarakat dalam melakukan konsultansi hukum terkait dengan berbagai permasalahan hukum yang sedang dihadapi.

Renggali Visi Berjaya menjamin para Lawyer yang terdaftar di Halo Lawyer adalah Lawyer yang profesional, terpercaya, dan berintegritas yang sebelumnya sudah diseleksi secara ketat. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir jika ingin berkonsultansi hukum menggunakan aplikasi ini. Bahkan, masyarakat dapat melakukan konsultansi hukum dengan Lawyer yang dipilihnya sesuai dengan permasalahan hukum yang dihadapi.

Di dalam aplikasi Halo Lawyer, masing-masing Lawyer akan ditempatkan pada kolom layanan konsultansi hukum sesuai dengan spesialisasinya masing-masing. Sehingga, pengguna jasa dapat memilih Lawyer yang tepat sesuai dengan permasalahan hukum yang sedang dihadapi. Sabela juga mendorong Buruh Migran Indonesia untuk menggunakan aplikasi ini untuk berkonsultansi hukum tentang permasalahan hukum yang sedang dihadapi di negara penempatan.

Kepala Desa di seluruh Indonesia yang sedang melaksanakan Dana Desa juga bisa menggunakan aplikasi ini untuk berkonsultansi hukum mengenai berbagai permasalahan hukum tentang pengadaan barang/jasa. Saat ini, ada sekitar 200 Lawyer yang sudah bergabung di Halo Lawyer dan jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap jasa konsultansi hukum yang cepat, tepat, sederhana, berkualitas dan berbiaya murah.

sumber.

http://swa.co.id/swa/trends/marketing/halo-lawyer-cara-gampang-konsultasi-hukum

Menghakimi Tanpa Menghukum

Paulus Bambang WS

Namanya sederhana, seperti kebanyakan orang biasa, Edi. Namun, pribadinya tidak biasa, kalau tidak mau dibilang luar biasa. Ia pemimpin tertinggi sebuah perusahaan, yang memiliki hati terendah di antara banyak pemimpin yang saya kenal.

Suatu kali, Bung Edi, begitu saja kita memanggilnya, membeli perusahaan baru. Kata orang, di perusahaan ini banyak “maling”-nya, bahkan dalam skala kecil sudah terbentuk mafia TSM, terstruktur-sistematis-masif. Sebagai pemilik baru, Bung Edi punya pilihan, memberantas mereka dengan gaya preman atau dengan gaya orang tua. Yang satu, mencokok maling dan melibas mafia dengan pasukan khusus samber MaMa, Maling dan Mafia. Atau, memakai pendekatan kebapakan yang menangkap untuk memperbaiki, bukan menghukum.

Bung Edi memilih nomor dua dengan pendekatan nomor satu. Dengan sigap ia membentuk saber MaMa, menangkap basah, alias OTT (Operasi Tangkap Tangan) ala KPK, dengan foto dan CCTV untuk memergoki orang yang mencuri.

Satu per satu orang yang kena OTT dipanggil ke kantornya untuk dilakukan revolusi mental. Jarwo, begitu nama salah satu orang yang tertangkap tangan, mendapat penanganan khusus dari Bung Edi.

“Saya tahu Bapak sudah melakukan hal ini berulang-ulang, ini fotonya. Sekarang terserah Bapak, mau saya proses secara hukum atau berjanji tidak mengulangi,” kata Bung Edi dengan lembut tanpa ada tekanan.

“Saya minta maaf, Pak. Khilaf. Saya berjanji tidak mengulangi,” kata Jarwo lirih.

“Kalau begitu, saya naikkan gajimu dan pangkatmu dengan syarat Bapak menangkapi para maling dan didik mereka ke jalan yang benar,” lanjut Edi yang membuat Jarwo terkesima.

“Siap Pak,” kali ini Jarwo merasa seperti punya kesempatan kedua. Ia mendapat pengampunan, bukan penghukuman.

Sejak saat itu, Jarwo menjadi manusia baru dan membuat banyak rekannya juga menjadi baru, karyawan yang jujur, karena Bung Edi melakukan gebrakan yang merestorasi mental.

Selain Bung Edi, kali ini ada Edi yang lain. Sebut saja, Bang Edi. Yang satu ini, tanpa disangka, tertangkap basah ketika sedang merokok pagi hari nan dingin di Osaka di beranda hotel. Ia kira, merokok di beranda luar diperbolehkan.

Ada tiga polisi yang pagi itu sedang berjalan melintas dan memergoki Bang Edi sedang merokok dengan santai. Dengan sopan, polisi tersebut berbicara dalam bahasa Jepang yang kira-kira artinya: di sini tidak boleh merokok.

Bang Edi mengerti maksud mereka karena membaca ekspresi dan bahasa tubuh mereka. Salah satu polisi kemudian merogoh kantong bajunya dan mengambil asbak agar Bang Edi bisa mematikan dan membuang puntung di asbak itu. Dengan malu, Bang Edi melakukannya sambil minta maaf. Lalu, ketiga polisi itu membungkuk dalam-dalam sambil mengucap terima kasih lalu berlalu tanpa memberi tiket hukuman.

Kedua Edi membuat sebuah perubahan. Yang satu membuat organisasi menjadi baik karena menegur tanpa menghukum, yang lain menjadi orang baik –dia tidak akan pernah mengulanginya lagi– karena ditegur tanpa dihukum.

Ternyata, pendekatan penghukuman tidak selalu efektif mengubah perilaku seseorang. Ada banyakhal yang juga saya percayai, pendekatan pengampunan dan kebapakan sering justru mengubah secara permanen. Apalagi kalau dia tahu, ia mendapat karunia dengan tidak dihukum bahkan dipercayai.

Mengapa demikian? Ada tiga hal yang terjadi ketika pengampunan diberikan, bukan penghukuman.

Pertama, orang yang merasa salah besar lalu diampuni merasa berutang. Orang yang berutang, atau mendapat karunia, akan cenderung berubah untuk membayar kesalahannya. Ini berbeda ketika ia dihukum, ia tidak merasa berutang karena sudah membayar salahnya.

Kedua, orang yang diampuni, apalagi yang besar kesalahannya, akan sangat loyal kepada si pengampun karena merasa diuwongke. Ia akan berutang budi dan itu akan dibalas budi secara berlipat ganda. Salah satunya, perubahan perilaku.

Ketiga, orang yang sudah diampuni punya kecenderungan besar menjadi orang yang suka mengampuni juga. Kalau ia jadi pemimpin, tidak mudah menghakimi untuk menghukum tetapi untuk mengubah melalui pengampunan.

Saya yakin, inilah prinsip kepemimpinan yang perlu kita simak dan pelajari. Tidak sekadar prinsip penghakiman dan penghukuman. Tanpa pengampunan, banyak orang yang sakit hati dan menjadi antipati, apalagi yang simpati pada yang dianggap salah, terhadap pemimpin tersebut. Kalau ada pengampunan, justru siapa tahu akan terjadi sebaliknya.

Ketika saya diskusikan hal ini dengan kolega yang lain, ia bilang,Paulus, saya sudah melakukannya, tetapi yang saya ampuni malah jadi pemberontak dan mengkhianati saya. Saya lalu berujar, Selalu ada Yudas Iskariot –murid Yesus yang mengkhianati– di sekitar kita. Tetapi, jangan pernah pupus harapan. Masih banyak yang berubah di luar sana.

Tidak selalu perilaku baik kita mendapat balasan setimpal, tetapi percayalah, Dia yang ada di sana mencatat semua yang kita lakukan dan akan mengampuni karena kita telah mengampuni orang lain.

sumber.

http://swa.co.id/swa/my-article/menghakimi-tanpa-menghukum

Upaya Rieke Caroline Jembatani UMKM dengan Pengacara

Pengalaman pahit yang dialami ayahanda di masa lalu menjadi pemicu Rieke Caroline membesut www.buatkontrak.com. Melalui bisnisnya, dia menyediakan jasa pembuatan kontrak bisnis secara online (daring). Sasarannya adalah segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perusahaan startup (rintisan) yang bermodal pas-pasan. “Dulu perusahaan ayah saya gulung tikar karena kurang memahami kontrak bisnis yang dibuat dengan mitranya. Saya mau mengubah itu,” ujar lulusan Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan dan S-2 kenotariatan Universitas Indonesia itu.

Perempuan kelahiran Jakarta, 19 Mei 1988 itu pun mewujudkan mimpinya sejak 2015. Kebetulan, ketika dirinya berbincang dengan pengusaha muda tenar Billy Boen, lawan bicaranya itu menyambut baik idenya. Maka, pada Maret 2016 PT Teras Perjanjian Digital resmi berdiri menaungi Buatkontrak.com. Adapun layanan yang diberikan terdiri dari dua jenis, yakni pembuatan (drafting) dan peninjauan kontrak bisnis yang sudah ada.

Rieke Caroline

Rieke Caroline , Pendiri buatkontrak.com

Melalui bisnisnya, Rieke sejatinya mencoba memberikan akses jasa pengacara resmi kepada UMKM dan perusahaan startup. Namun bedanya dari firma pengacara adalah konsultasi di Buatkontrak dilakukan melalui daring. “Saya bisa katakan bahwa ini bisnis legaltech, jadi teknologi mendukung hukum. Investasi paling besar di sisi teknologi,” papar Rieke ketika ditemui Majalah SWA di kantornya, Jl. Kemang Selatan IX/1B.

Rieke menjelaskan, Buatkontrak menyediakan tak kurang dari 23 jenis kontrak bisnis. Di antaranya perjanjian kerja sama, perjanjian jasa, perjanjian kepemilikan hak cipta, perjanjian endorsement, surat kuasa, dan perjanjian jual beli. Cara mengakses layanannya cukup mudah. Setelah membuat akun di Buatkontrak.com, peminat dapat mengisi kolom kebutuhan kontrak yang diperlukan. Dari situ pengacara akan membuat rancangan kontrak yang dibutuhkan. Setelah melalui maksimum dua kali revisi, klien bisa mendapatkan kontrak bisnis yang diinginkan.

Rieke Caroline

Rieke Caroline

Karena misinya untuk membantu UMKM, maka harga yang ditetapkan pun sangat terjangkau, yakni Rp 1 juta per dokumen. Rieke mengungkapkan, biaya yang dipasangnya jauh lebih murah ketimbang menyewa jasa pengacara korporat di firma hukum yang bertarif US$ 170-250 per jam. “Dan itu baru biaya konsultasi saja di firma hukum, nanti ketika ingin membuat surat-suratnya dikenai tambahan biaya lagi oleh pengacara,” Rieke menerangkan tingginya biaya menggunakan jasa pengacara di firma hukum.

Meski memasang banderol harga yang jauh lebih terjangkau, Rieke menjamin kualitas para pengacara yang tergabung dalam Buatkontrak.com. Rieke pun membuat saringan yang ketat bagi para pengacara yang hendak bergabung di perusahaannya. Di antaranya, wajib memiliki pengalaman minimum tiga tahun, dan fasih dalam membuat ataupun meninjau dokumen kontrak. “Saya bisa pastikan, saat ini jumlah pengacara yang sudah bergabung ada puluhan. Mereka adalah pengacara ternama yang bekerja di firma hukum terkenal,” kata Rieke menggaransi.

Satu lagi yang ditekankan Rieke kepada para pengacara Buatkontrak.com, yakni mereka harus memiliki keinginan untuk membantu dan memajukan UMKM. Dengan begitu maka mereka tidak semata mengejar materi, melainkan memiliki misi yang lebih mulia, yakni mengentaskan para pengusaha kecil.

Rieke Caroline

Rieke Caroline

Menarik pengacara berkualitas sudah cukup menantang. Meski demikian, memasarkan jasa Buatkontrak pun ternyata tak kalah sulitnya. Meski Rieke kerap mengedukasi UMKM bahwa jasa hukum di Buatkontrak sudah murah dan mudah, layanannya kerap dipandang sebelah mata. Karena itu, pihaknya mencoba menggandeng berbagai organisasi bisnis, wirausaha dan inkubator bisnis. Di antaranya, Himpunan Gerakan Kewirausahaan Nasional Indonesia di bawah Kementerian Koperasi dan UMKM, Asosiasi Pengusaha Indonesia, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia, SMESCO, Indosat Ooredoo, Asosiasi Modal Ventura Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif, dlsb. “Kami sudah bermitra secara eksklusif, sehingga anggota UKM yang tergabung di bawah asosiasi tersebut dapat langsung menggunakan jasa layanan kami,” ucap Rieke.

Dengan strategi tersebut Rieke mengklaim Buatkontrak telah berhasil menjaring ratusan UMKM dan perusahaan rintisan, dari berbagai bidang seperti jasa, hiburan, ritel, distribusi, agribisnis, makanan dan minuman, periklanan, otomotif, dlsb. “Paling banyak digital commerce startup yaitu Blibli.com, mereka memiliki vendor UKM. Lalu dengan BTPN dan Bank Indonesia yang memiliki mentor pengusaha di daerah,” Rieke menjelaskan.

Rieke pun berencana mengembangkan bisnisnya lebih jauh lagi. Di antaranya dengan menjangkau Makassar dan menambah kru pengacara hingga berjumlah 200 orang sampai akhir tahun ini. “Kami juga ingin menyiapkan tim di setiap provinsi untuk bisa melakukan edukasi,” tuturnya.

Dennis Adhiswara, pendiri dan CEO Layaria Network, mengaku cukup puas menggunakan jasa Buatkontrak. Dia merasa Buatkontrak dapat menangkap kebutuhannya dengan cepat dan efisien. “Buatkontrak dapat menerjemahkan brief saya secara detail dan tepat waktu, sehingga saya dapat dengan cepat menghadapi klien-klien saya yang lain,” ujarnya.

sumber.

http://swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/upaya-rieke-caroline-jembatani-umkm-dengan-pengacara

Implementasi Izin Investasi 3 Jam : 17 Notaris Sampaikan Minat ke BKPM

Setelah BKPM menerbitkan Peraturan Kepala BKPM Nomor 14 Tahun 2015 tentang Pedoman dan Tata Cara Izin Prinsip Penamanan Modal. Kepala BKPM Franky Sibarani mengungkapkan telah ada 17 notaris yang melamar untuk perekrutan notaris dalam rangka mendukung program izin investasi 3 jam.

“Sejak dipasangnya iklan di media massa dan di website BKPM dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tanggal 5 Oktober 2015, tercatat 17 notaris telah menyampaikan surat minat ke BKPM. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat hingga batas akhir penyampaikan surat minggu malam 11 Oktober 2015,” ujarnya

IMG-20151008-WA0004_resized_1

Menurutnya, peran notaris dalam kantor BKPM menjadi penting mengingat beberapa prosedur yang harus ditempuh dalam proses pendirian perusahaan membutuhkan jasa profesional notaris. Selain itu, beberapa prosedur seperti menyusun akta pendirian perseroan terbatas dan mengesahkan akta pendirian perseroran terbatas (PT) nantinya akan melibatkan in house notaris tersebut.

Franky menambahkan bahwa flownya setelah Izin Investasi selesai, maka calon investor dapat mengurus akta pendirian PT kemudian mengajukan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Sementara itu, seleksi notaris akan dilakukan secara transparan dan sesuai dengan prosedur yang disyaratkan. Dengan adanya perekrutan notaris ini nantinya akan mengawal implementasi untuk mendukung layanan investasi 3 jam yang diinstruksikan oleh Presiden

Sementara Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Lestari Indah menambahkan bahwa proses selanjutnya dari perekrutan notaris setelah ditutupnya surat penyampaian minat adalah akan dilakukan seleksi administrasi.

“Mereka yang memenuhi persyaratan administrasi akan dilanjutkan dengan wawancara untuk mengetahui pengalaman kerja dan pengetahuannya tentang ketentuan/regulasi penanaman modal,” kata Lestari.

Dari keseluruhan notaris yang mendaftar, nantinya hanya dua notaris yang akan berkantor di BKPM untuk mendukung layanan investasi 3 jam. Oleh karena itu, nantinya BKPM akan memiliki dua layanan perizinan investasi, yaitu proses regular yang berlangsung selama ini yaitu layanan perizinan secara online dan layanan izin investasi 3 jam.

Dalam layanan izin investasi 3 jam, investor dapat memperoleh AnD izin investasi dari BKPM, akta perusahaan dan NPWP Perusahaan dalam kurun waktu tersebut. Oleh karena itu, dalam layanan izin investasi 3 jam ini, investor sebagai calon pemegang saham harus datang sendiri ke PTSP Pusat di BKPM karena diperlukan penandatangan akta perusahaan.

Untuk diketahui, layanan investasi 3 jam diperuntukkan pada proyek-proyek investasi nilai investasi dengan nilai paling sedikit Rp 100 miliar dan/atau proyek-proyek yang mampu menyerap tenaga kerja Indonesia paling sedikit 1.000 orang. (EVA)

SUMBER

http://swa.co.id/swa/trends/management/implementasi-izin-investasi-3-jam-17-notaris-sampaikan-minat-ke-bkpm